Download Pedoman Berekspresi Online

Posted Posted by kalamkata in featured, kalamkata     Comments 23 comments
Feb
20

“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.” (Pasal 28F, UUD 1945 Indonesia, Amandemen ke-2)

Toolkit Kebebasan Berekspresi bagi Aktivis Informasi « Rekomendasi / Baru « Downloads

AttributeValue
VersionBahasa Indonesia / UNESCO
Date postedNovember 28, 2013
Downloaded1451 times
CategoriesRekomendasi / Baru, Aktivisme Informasi

Description

Kita mengetahui bahwa kebebasan berekspresi adalah elemen penting dalam demokrasi, pembangunan dan dialog, yang tanpanya ketiga hal tersebut tidak mungkin dapat berfungsi ataupun berkembang. Kebebasan berekspresi adalah hak universal yang harus dapat dinikmati semua orang. Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi yang mencakup kebebasan untuk berpendapat tanpa intervensi maupun mencari, menerima dan berbagi informasi dan ide melalui media apapun yang dikehendaki tanpa memandang batas negara sebagaimana dinyatakan dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia.

UNESCO adalah salah satu lembaga PBB yang mandat khususnya adalah mempromosikan kebebasan berekspresi dan kebebasan-kebebasan lanjutan terkait pers dan kebebasan informasi. Selama beberapa puluh tahun terakhir, UNESCO telah bekerja keras untuk mempromosikan hak-hak asasi manusia dasar ini di seluruh dunia di kalangan para profesional media, pembuat kebijakan, politisi, pemerintah, organisasi nonpemerintah, akademia, dan lainnya. “Toolkit Kebebasan Berekspresi: Panduan untuk Konsep dan Isu” yang ada di tangan Anda ini merupakan kelanjutan dari upaya yang tanpa henti ini. Setiap orang harus memiliki seluruh alat dan mekanisme yang diperlukan yang memungkinkan terjadinya
aliran bebas informasi. Banyak tulisan yang sudah dihasilkan tentang kebebasan berekspresi, dan bahkan kebebasan berekspresi merupakan salah satu konsep dan isu yang paling sering diperdebatkan pada zaman kita. Akan tetapi publikasi-publikasi tersebut masih sedikit sekali yang dituliis khusus untuk anak muda sebagai target pembaca utamanya, khususnya untuk para remaja lelaki dan perempuan yang masih berada di
sekolah menengah atas maupun tingkat pra-universitas.

Toolkit ini merupakan salah satu alat yang ditargetkan kepada pembaca sekolah menengah atas dan pra-universitas. Para remaja lelaki dan perempuan harus diberdayakan dan diberi pemahaman mengenai isu-isu dan konsep terkait kebebasan berekspresi agar dapat menjadi warga yang proaktif, cerdas dan bermanfaat dalam demokrasi.

Mengapa kebebasan berekspresi penting?
Kapan kebebasan berekspresi terancam?
Apa saja persyaratan yang diperlukan agar kebebasan berekspresi dapat berkembang?
Apa saja peran-peran khusus jurnalis dalam kebebasan berekspresi?
Bagaimana dengan kebebasan berekspresi online?
Apa yang dapat kita lakukan?
Apa saja batasannya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah sebagian dari pertanyaan yang dicoba dijawab melalui Toolkit ini dengan cara yang mudah dan interaktif. Toolkit ini terdiri dari tujuh “tool boxes” (kotak peralatan) yang masing-masing memiliki fokus yang berbeda.

Toolbox pertama membahas tentang konsep dan menjelaskan
pentingnya kebebasan berekspresi. Toolbox kedua menekankan isu-isu yang mengancam kebebasan berekspresi termasuk media yang dikontrol, intimidasi, dan hambatan-hambatan dalam mengakses informasi, undang-undang serta regulasi yang restriktif. Dalam toolbox ketiga, para pembaca diajak lebih memahami tentang syarat-syarat yang diperlukan agar kebebasan berekspresi dapat berkembang, seperti supremasi hukum (rule of law) dan adanya media yang bebas, independen dan pluralistik, serta masyarakat sipil yang aktif.

Terdapat satu bagian khusus dalam toolkit ini yang akan membahas mengenai peran pers dan jurnalis dalam kebebasan berekspresi yaitu pada toolbox keempat. Selain media tradisional seperti meda cetak, radio dan penyiaran, toolbox kelima juga membahas mengenai perkembangan terbaru dalam media sosial serta jaringan (networking) khususnya terkait penggunaannya dalam kebebasan berekspresi. Bagian Toolkit keenam dirancang untuk memungkinkan para pembaca menerapkan teori ke dalam praktik melalui berbagai jenis latihan, proyek, serta pertanyaan-pertanyaan provokatif termasuk kegiatan-kegiatan seperti merayakan Hari Kebebasan Pers Internasional setiap tahun atau pun mendirikan situs Pemantauan Media (Media Monitoring). Akhirnya, toolbox terakhir membahasmengenai dilema kebebasan berekspresi dan keterbatasannya. Selain ketujuh toolbox di atas, terdapat pula “materi bonus” yang berisi studi kasus dari sebuah negara fiktif bernama Zangara yang merupakan suatu perpaduan dari berbagai peristiwa di dunia nyata yang memungkinkan pembaca untuk mengeksplorasi konsep dan isu-isu terkait secara lebih mendalam.

Jika ada broken link atau materi di atas ada yang tidak bisa didownload, silakan email support[at]kalamkata.com atau support[at]ictwatch.com.

23 Comments to “Download Pedoman Berekspresi Online”